Cara Mengobati Penyakit Diabetes

Salah satu cara mengobati penyakit diabetes melitus dengan jelly gamat Gold G sea cucumber (ektrak teriapng/gamat).

Menurut Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset Bioteknolog LIPI, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik diberikan kepada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin meningkat. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109).

Dari penelitian juga terbukti bahwa teripang/gamat memiliki kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu merangsang regenerasi/pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat/pulih kembali. Contoh yang mudah misalnya pada kasus penderita diabetes melitus. Selain diminum, gamat juga dioleskan pada luka yang sudah membusuk, bahkan hampir diamputasi. Ternyata, “Cell Growth Factor” mampu bekerja dengan baik sehingga luka menjadi pulih dengan cepat.I

Kandungan kromium teripang juga membantu kinerja insulin untuk menurunkan diabetes. Caranya melalui penyerapan glukosa berlebih dalam darah dan menyedot glukosa masuk jaringan darah lebih cepat. Ini menyebabkan konsumsi teripang mencegah serta memulihkan penyakit diabetes mellitus. Itu sebabnya penyakit gula tinggi Suharmen lenyap dan pembusukan paru-paru terhambat. Gamat kemudian meregenerasi sel paru-paru sehingga penyakitnya pulih, walau membutuhkan waktu 2 tahun.

Ekstrak teripang itulah yang kini menjadi buah bibir di masyarakat Indonesia. Banyak pasien berharap sembuh dari penyakit mematikan dengan mengkonsumsi ekstraknya. Di sisi lain banyak pula dokter yang mengidap penyakit tertentu, lalu mengkonsumsi teripang untuk diri sendiri dan merasakan faedahnya. Episode berikutnya, sang dokter menganjurkan-jika tak boleh dibilang meresepkan-kepada para pasien.

Sekadar menyebut contoh, di Jakarta ada dr Pieter AW Pattinama MPH, mantan direktur RS PGI Cikini. Derita panjang akibat serangan diabetes mellitus sejak 1972 akhirnya berujung. Itu setelah ia melakukan terapi akupunktur plus konsumsi ekstrak gamat. Kadar gula darah pria 59 tahun itu semula 500 mg/dl turun menjadi 160 mg/dl dalam 2 bulan. (Trubus, Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:12:52).

Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, menegaskan insulin, hormon yang diproduksi sel beta pankreas berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi. Jika jumlahnya berlebih dalam darah, muncullah diabetes. Itu menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, katarak, jantung koroner, dan gangren. Penderita diabetes juga rentan infeksi.

Banyak penyebab kaki penderita diabetes mudah infeksi. Askandar mencontohkan, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis yang dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus. Jika dibiarkan, infeksi mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk, bagian terinfeksi harus diamputasi.

Hal itulah yang dialami M Fuad Hartoro Aji di Jakarta. Kadar gula darahnya 700 mg/dl, kadar normal 200 mg/dl. Setelah menghentikan konsumsi makanan manis, nilai itu perlahan turun ke angka 200 mg/dl. Walau Fuad merasa tenang dengan angka itu, bukan berarti ancaman hilang.

Pada Oktober 2006 ketika sedang menikmati acara televisi, nyamuk mengisap darah di tubuhnya. Akibatnya, kulit pria kelahiran Jakarta itu berbintik kecil berwarna merah. Lantaran gatal, Fuad kerap menggaruknya. Hasilnya, bintik itu membesar dan membengkak dengan diameter 4 cm. Bukan itu saja, bentol itu berkembang menjadi 22 titik disertai kaki menghitam.

Dokter yang merawat Fuad memutuskan untuk mencongkel satu per satu bentol itu. Setelah dua hari rawat inap bengkak memang sirna, tapi yang tersisa luka sedalam 0,5 cm yang tak kunjung menutup. Luka itu juga membuat Fuad tidak bisa berjalan lantaran kakinya membesar dan sakit jika dipijakkan.

Selama satu tahun luka itu dibiarkan oleh Fuad. Pada Januari 2008 temannya, Edi, menyodorkan ekstrak teripang oles dan jeli yang diminum. ‘Saya borehkan ekstrak teripang ke satu per satu luka hingga memenuhi lubangnya,’ kata Fuad. Sedangkan jeli gamat dikonsumsinya 3 kali 2 sendok sehari. Tiga hari rutin mengoleskan jeli teripang Fuad tercengang. Seluruh bekas luka menutup.

Itu berkat kandungan asam amino tinggi,’ kata Walter K M Yee, ahli gizi dari Luxor Malaysia. Ada 11 asam amino dalam teripang, di antaranya asam eicosapentaenat (EPA) dan asam docosahexaenat (DHA) yang tinggi, masing-masing 25,69% dan 3,69%. Nilai EPA besar menandakan kecepatan teripang memperbaiki jaringan rusak.
Wang H dan Zhang G dari Shanghai Institute of Hematology, Shanghai Second Medical University, China mengungkap teripang kaya senyawa glikosaminoglikan yang bersifat antipenggumpalan dan pembekuan darah. Itu sebabnya luka Fuad lekas menutup.

Untuk Pemesanan Obat Alami Diabetes Klik Disini

Trubus 468 – November 2008  ( Lepas dari Jeratan si Manis)

Tiket pesawat ke Jakarta sudah di tangan drg. Suyatno Sutopo. Menjelang berangkat, tiba-tiba napasnya terengah-engah. Dokter gigi itu bersandar lemah di tepi tempat tidur. Ini serangan jantung, harus segera dibawa ke rumah sakit, tutur Sutandyo, kakak ipar Suyatno, yang juga dokter.

Dini hari itu Sutandyo bergegas membawa drg. Suyatno ke Semarang. Sepanjang perjalanan Suyatno sulit bernapas. Dokter yang memeriksanya mendiagnosis Suyatno menderita infark. Infark adalah matinya otot jantung akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung. Selain memvonis infark, dokter juga menemukan kadar gula darah yang tinggi: 400 mg/dl, kadar normal, 90-120 mg/dl.Untuk Pemesanan Obat Alami Diabetes Klik Disini

drg. Suyatno Sutopo, diabetes mellitus terkontrol berkat teripang / gamat

Penyakit yang disebut pertama, akhirnya sembuh setelah Suyatno dirawat selama 10 hari. Sayang, kadar gula yang menjulang itu tak kunjung turun. la positif mengidap diabetes mellitus. Itulah sebabnya ia mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah seperti glibenklamide, amaryl, dan lactibet. Namun, kadar gula darahnya tak kunjung normal. Malahan kondisi kesehatan tubuh Topo -panggilan akrab Suyatno- kerap anjlok.

Keracunan Keton

Suyatno kerap letih dan mudah haus. Padahal, aktifitas sebagai dokter praktek dan dosen di sebuah universitas swasta sangat padat. Alhasil Topo pun kerap absen mengajar dan berpraktek. Meski disiplin mengkonsumsi obat, tetapi kadar gula darahnya tetap tinggi. Oleh karena itu alumnus Fakultas Kedoktcran Gigi Universitas Trisakti itu memutuskan berhenti bekerja sebagai dosen. Dengan istirahat cukup ia berrharap cepat sembuh.

Harapan itu sulit terwujud. la justru berkali-kali menginap di rumah sakit akibat kadar gula yang melambung. Pada Februari 2006, misalnya, ia muntah-muntah akibat kekurangan kalium sehingga kadar gula darahnya melonjak. Itu akibat produksi insulin diabetesi -penderita diabetes mellitus- amat rendah. Kalium bermanfaat meningkatkan kepekaan insulin, sehingga proses pengurasan gula dalam darah berlangsung efektif.Untuk Pemesanan Obat Alami Diabetes Klik Disini

Penderita Diabetes:

Seorang bapak penderita diabetes selama bertahun-tahun tidak sembuh meski telah berobat secara terus-menerus. Akhirnya dokter memvonis harus diamputasi. (Gb. bawah) Beliau akhirnya mendapatkan kesembuhan dan tidak jadi diamputasi setelah meminum Gold-G dan mengoleskan pada bagian kaki yang telah membusuk.

Gambar di bawah menunjukkan perubahan yang drastis antara sebelum diterapi dengan meminum dan mengoleskan Gold-G dengan kondisi kaki setelah terapi Gold-G. Akhirnya, kaki beliau sembuh dan tidak jadi diamputasi.

Teripang / Gamat mengandung kolagen yang berperan meregenerasi sel

Akibat minimnya insulin, gula darah tidak digunakan untuk menghasilkan energi. Sebagai gantinya terpaksa tubuh memantfaatkan lemak untuk menghasilkan panas dan tenaga. Tanpa gula, pembakaran lemak tidak berjalan sempurna. Bau keton -senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam- pun menguar dari mulut Suyatno.

Itu tanda keracunan keton alias ketosis. Dampak keracunan keton, Suyatno muntah-muntah dan tegang. Jika bertambah buruk, dibarengi kekurangan kalium, menyebabkan koma, bahkan kematian.

Minimnya insulin dari kebutuhan tubuh, menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt., guru besar Farmasi Universitas Indonesia, penyebab utama munculnya diabetes. Kadar normal insulin dalam darah 3-20. Hormon itu berperan mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah melebihi normal, ginjal ikut mengeluarkan gula bersamaan dengan urine.

Gula menarik cairan sehingga volume air kemih berlebihan. Akibatnya, penderita kerap berurin. Karena kehilangan banyak cairan, penderita pun gampang haus. Di lain pihak, glukosa yang terbuang percuma bersama urine menyebabkan tubuh kehilangan energi. penderita penyakit yang ditemukan oleh seorang berkebangsaan Yunani Areteus (81-138 SM) itu, menjadi gampang lelah dan lapar..Untuk Pemesanan Obat Alami Diabetes Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *